Delapan Langkah Metode Jigsaw

Data hasil pelaksanaan supervisi pelaksanaan pembelajaran pada beberapa sekolah SMA menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil guru yang berpengalaman menerapkan metode jigsaw  secara mandiri. Sebagian besar guru memiliki pengetahuan yang cukup tentang metode ini, namun belum mencoba untuk menerapkannya karena belum yakin terampil melaksanakan pembelajaran dengan metode tersebut.Menyikapi kondisi seperti itu,  dipandang perlu untuk menyusun panduang praktis menerapkan metode ini terutama untuk meningkatkan inisiatif siswa mengembangkan pengetahuannya secara mandiri serta mengintegrasikan pemahaman berberapa konsep melalui kegiatan pada satu waktu yang dieksplorasi oleh siswa secara mandiri. Prosedur penerapannya melalaui delapan tahap berikut.

Langkah Pertama

Guru merencanakan pembelajaran yang akan menghubungkan beberapa konsep dalam satu rentang waktu secara bersamaan. Misalnya, pada mata pelajaran IPA di SMP, siswa akan memperlajari energi dalam kehidupan. Konsep yang akan siswa pelajari: (1) bentuk energi, (2) sumber energi, dan (3) transformasi energi. Tentu saja perlu menyiapkan RPP dengan menerapkan metode Jigsaw.

 Langkah Kedua:

Siapkan handout materi pelajaran untuk masing-masing konsep sehingga guru memiliki tiga jelas handouts tentang (1) bentuk energi, (2) sumber energi, dan (3) transformasi energi.

Langkah Ketiga

Guru menyiapkan kuis sebanyak tiga jenis sesuai materi yang akan siswa pelajari.

Langkah Keempat:

Bagilah kelas dalam tiga kelompok. Guru menyampaikan pengantar diskusi kelompok dengan menjelaskan secara sangat singkat (1) topik yang akan dipelajari masing-masing kelompok, (2) tujuan dan indikator belajar yang diharapkan (3) bentuk tagihan tiap kelompok (4) prosedur kegiatan (5) sumber belajar yang dapat siswa gunakan. Diskusi dimulai, siswa aktif mempelajari materi, guru menjadi pemantau dan fasilitator.

Masing-masing kelompok bersiap untuk mempelajari tiga konsep yang telah ditentukan. Tiap kelompok terbagi dalam sub kelompok masing-masing mempelajari satu hand out. Pada saat diskusi setiap sub kelompok mendalami satu konsep dan sub kelompok lain berhak bertanya kepada sub kelompok lain untuk memahaminya.

Kelompok ini dalam bahasa Inggris disebut home groups, istilah itu dapat diterjemahkan secara  bebas dengan menggunakan istilah kelompok belajar (KB)

Pada bagian akhir sesi ini setiap kelompok mendalami satu konsep agar dapat menyampaikan materi kepada sub kelompok lain. Setelah memenuhi target waktu dan berdasarkan pemantauan guru siswa telah cukup memahami materi maka diskusi ditutup sementara.

Langkah Kelima:

Setiap sub kelompok mendalami materi pada hand out yang menjadi pegangannya. Mendalami fakta, konsep dan prosedur penerapan konsep agar ilmu yang mereka pelajari dapat mereka sampaikan kembali kepada teman-temannya. Pada fase ini  tidak ada interaksi antar sub kelompok. Kegiatan refleksi ini merupakan proses peningkatan penguasaan materi untuk menghadapi babak diskusi tim ahli.

Langkah Keenam

Setiap subkelompok yang ahli mengenai konsep ke-1 bergabung dengan ahli konsep ke-1 dari  kelompok lain. Begitu juga dengan subkelompok ke-2 dan ke-3 sehingga membentuk struktur kelompok ahli.

Pada langkah ini siswa kembali berdiskusi. Tiap kelompok membahas satu hand out materi yang menjadi bidang keahliannya. Di sini terdapat masa kritis yang perlu guru pantau pada tiap kelompok, memastikan bahwa konsep yang siswa kembangkan sesuai dengan yang seharusnya atau tidak mengandung kekeliruan.

Langkah Ketujuh

Selesai mendalami materi melalui diskusi kelompok ahli, siswa kembali ke kelompo awal atau kelompok belajar. Hasil dari diskusi pada kelompok ahli dibahas kembali dalam kelompok awal. Pada tahap akhir kegiatan belajar setiap sub kelompok menyampaikan hasil diskusi pada kelompok ahli. Dengan cara ini seluruh siswa mengulang telaah seluruh materi yang harus dikuasainya. Setiap anggota kelompok memiliki catatan hasil diskusi pada tahap satu, tahap dua diskusi tim ahli dan kembali ke kelompok semula.

Langkah kedelapan

Guru mengukur hasil belajar siswa dengan tes atau kuis. Guru dapat menilai tingkat ketuntasan belajar dengan cara membandingkan hasil yang siswa capai dengan target yang ditetapkan dalam RPP.

Semoga bermanfaat untuk para   guru untuk menunjang pelaksanaan tugas yang lebih baik.

Sumber:Guru Pembaharu

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s